:::: MENU ::::

INFORMATION SYSTEM

  • Bahan Presentasi Untuk Mata Kuliah Statistika 2016

  • Dosen Pengampu: Darwison, MT

  • Referensi:

    J.Supranto, 2008, "Statistika Teori dan Aplikasi", Jilid I, Erlangga, Jakarta

    J.Supranto, 2008, "Statistika Teori dan Aplikasi", Jilid II, Erlangga, Jakarta

Simple, responsive theme, suitable for personal or corporate blog.

Minggu, 24 April 2016

DISTRIBUSI FREKUENSI


Distribusi Frekuensi adalah pengelompokan data kedalam beberapa kelompok kelas dan kemudian dihitung banyaknya data yang masuk kedalam setiap kelas

Jumlah Kelas
H.A. Sturges pada tahun 1926 menulis artikel dengan judul: "The Choice of a Class Interval" dalam Journal of the American Statistical Association yang mengemukakan suatu rumus untuk menentukan jumlah kelas sebagai berikut:

   
k =  1+ 3,322 log n

   Dimana: k = jumlah kelas

                 n = jumlah observasi



Rumus tersebut diberi nama Kriterium Sturges dan merupakan suatu rumus yang menjadi patokan untuk menentukan berapa jumlah kelas yang harus dibentuk dari sekelompok data. 

Interval Kelas
Disarankan interval atau lebar kelas adalah sama untuk setiap kelas. Sebenarnya, pemilihan interval kelas dan jumlah kelas tidak independen. Semakin banyak jumlah kelas berarti semakin kecil interval kelas, begitu pula sebaliknya.

Pada umumnya, untuk menentukan interval kelas digunakan rumus:

  c = (Xmax - Xmin)/k

Dimana: c = panjang interval kelas

             k = jumlah kelas

             Xmax = nilai observasi terbesar

             Xmin = nilai observasi terkecil
 
 Batas Kelas

Batas kelas bawah menunjukkan kemungkinan nilai data terkecil pada suatu kelas.
Batas kelas atas mengidentifikasi kemungkinan nilai data terbesar dalam suatu kelas.

Jika diketahui kelas-kelas interval adalah:

    30-39, 40-49, 50-59, dst,

maka untuk nilai batas bawahnya (lower limit) adalah 30, 40, 50, dst.

Sedangkan nilai batas atasnya (upper limit) adalah 39, 49, 59, dst.


 CONTOH SOAL:
 
contoh soal 1

Demo 

Contoh Soal 2

Contoh Soal 3


Soal Latihan
Soal 8 hal.88
Program & Demo:
C++    &   Demonya

Soal 15 hal.89
Program:

Soal Latihan 22 hal 91
 Program:


PENGERTIAN DISTRIBUSI TEORETIS


Distribusi teoretis atau distribusi probabilitas teoretis adalah suatu daftar yang disusun berdasarkan probabilitas dari peristiwa-peristiwa bersangkutan, atau distribusi yang frekuensinya diperoleh secara matematis (perhitungan).

Jenis Distribusi Teoretis
  1.
Distribusi teoretis diskrit
Suatu daftar/ distribusi dr semua nilai variabel random diskrit dgn probabilitas terjadinya masing-masing nilai tsb
  Suatu fungsi f dikatakan mrp fungsi probabilitas/ distribusi dr  variabel random diskrit jk memenuhi syarat:
a.f(x) ≥ 0, x Є R
b.f(x) = 1
c.P(X=x) = f(x)
Distribusi yg tergolong ke dlm distribusi ini antara lain :
a.Distribusi binomial 
b.Distribusi hipergeometrik 
c.Distribusi Poisson  
 
2. Distribusi teoretis kontinu 


Distribusi yg tergolong distribusi teoritis kontinu antara lain : 

a.Distribusi normal

b.Distribusi X2

c.Distribusi F

d.Distribusi t
Untuk ciri-ciri dan rumus dari masing-masing distribusi dapat 
didownload di sini htmlnya: HTML 
Untuk mendownload soal C++ beserta Videonya:
Untuk mendownload soal Matlab beserta Videonya:
Untuk mendownload soal SPSS beserta Videonya:
Untuk Mendownload soal Excel beserta Videonya:
 
Kelompok 7

 
Badan Pusat Statistik telah mengeluarkan dan mempublikasikan persentase penduduk yang tinggal dikota berdasarkan provinsi-provinsi yang ada di Indonesia, dengan mengambil rentang tahun 2010-2035. Data tersebut juga merupakan ramalan yang didapat karena faktor-faktor pemicu pertambahan maupun pengurangan penduduk dikota, seperti perpindahan penduduk, angka kelahiran, maupun angka kematian.

Untuk data yang diramalkan, atau belum pasti akan terjadi, kita perlu untuk melakukan uji validitas, dalam spss ada suatu fungsi atau aplikasi yang dapat mengerjakan hal itu, yakni melalui correlation, pada correlation ini, kita melihat seberapa pasti atau validkah data yang kita punya.


 Sehingga hasil yang didapat jika melakukan uji validitas melalui spss:
level significant yang dipilih adalah 0.442 pada 1%, sesuai tabel dibawah, sehingga untuk tahun 2025-2035, data belum mencapai batas kevalitannya.





Untuk mendownload program & video:

Program : SPSS

Video/panduan : Video SPSS



A call-to-action text Contact us